Uraian

Berdasarkan UU ASN No.5 Tahun 2014 Pasal 10 dijelaskan bahwa pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Peran ASN di bidang kesehatan adalah mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas prima di pusat-pusat pelayanan kesehatan yang ada, salah satunya yaitu di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Salah satu tugas pokok dan fungsi nutrisionis di puskesmas adalah melakukan penyuluhan gizi pada masyarakat sebagai upaya promotif serta upaya preventif untuk mencegah masyarakat dari terjadinya masalah kesehatan yang berkaitan dengan gizi. Salah satu masalah gizi pada balita yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah Stunting. Prevalensi stunting di Puskesmas Pucanganak pada tahun 2022 yaitu sebesar 12,36%. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, sebagian besar balita mengalami stunting disebabkan pemberian asupan makan yang tidak tepat terutama pada masa MP-ASI. Praktek pemberian MP-ASI yang tidak tepat berkaitan dengan kurangnya pengetahuan ibu balita tentang pemberian MP-ASI yang tepat. Aktualiasasi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pemberian MP ASI yang tepat.Pelaksanaan kegiatan aktualisasi diawali dengan melakukan pre test dan diakhiri dengan post test setelah penyampaian edukasi dilakukan. Penyampaian edukasi dalam aktualisasi ini dilakukan dengan metode ceramah dan dilanjutkan demo memasak MP ASI. Media yang digunakan berupa Video Edukasi MP ASI dan Leaflet Resep MP ASI yang dibuat oleh penulis. Sasaran kegiatan aktualisasi adalah ibu Balita Desa Nglinggis yang memiliki anak usia 6-24 bulan dengan jumlah sebanyak 23 orang. Hasil dari kegiatan aktualisasi yaitu terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita tentang pemberian MP ASI yang dibuktikan dari hasil pre test dengan rata-rata nilai 58 dan hasil post test dengan rata-rata nilai 95


Baca Publikasi Lengkap