Kegiatan aktualisasi didasarkan pada pelaksanaan penulis di Apotek Rawat inap Puskesmas Dongko Kabupaten Trenggalek. Hasil penetapan isu menunjukkan terdapat berbagai masalah pada apotek rawat inap yaitu diantaranya kurang optimalnya pengelolaan obat secara baik, kurangnya pemahaman waktu minum obat pada pasien karena pelabelan obat yang sulit dipahami, belum berjalannya monitoring obat emergency di apotek rawat inap, kurang optimalnya pemberian informasi obat pada pasien, belum efektifnya pengisian kartu stok di apotek rawat inap. Terkait dengan permasalahan tersebut, maka penulis mengimplementasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompetensi, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif). Kemudian lima isu tersebut dianalisis menggunakan AKPL dan USG sehingga terpilih isu prioritas yaitu “kurangnya pengelolaan obat secara baik.’’. Berdasarkan isu tersebut maka penulis merumuskan tujuan dari aktualisasi yaitu Penerapan nilai-nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompetensi, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif ( BerAKHLAK) serta berprinsip pada peran dan kedudukan PNS dalam NKRI sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa, peningkatan upaya pelayanan di Puskesmas Dongko, menjamin mutu dan mencegah kesalahan penyiapan obat dengan perbaikan penataan, penyimpanan perbekalan farmasi sesuai standar pengelolaan perbekalan farmasi di apotek rawat inap Puskesmas Dongko. Diharapkan aktualisasi ini dapat bermanfaat untuk instansi, masyarakat, dan petugas Kesehatan. Puskesmas Dongko memiliki visi yaitu Puskesmas Dongko menjadi pilihan utama pelayanan kesehatan masyarakat. Nilai- nilai BerAKHLAK yang di terapkan di Puskesmas Dongko dapat mencapai visi misi Puskesmas yang telah ditentukaan. dikarenakan belum adanya label penandaan obat pada penyimpanan perbekalan farmasi, termasuk kategori obat LASA, High Alert dan obat Expired Date, belum diterapkannya penandaan obat yang perlu pengawasan, kurangnya staf kefarmasian. Melihat situasi ini, maka diperlukan optimalisasi pengelolaan obat dengan penataan, penyimpanan perbekalan farmasi yang sesuai standar apotek rawat inap Puskesmas Dongko. Terdapat 9 kegiatan aktualisasi, yang mana hasilnya setelah dilakukan kegiatan tersebut menjadi optimal dalam penataan, penyimpanan perbekalan farmasi pada di apotek rawat inap sehingga memudahkan petugas dalam pengambilan obat. Jadi dapat disimpulkan bahwa Teraktualisasinya nilai-nilai konsep dasar (BerAKHLAK) serta peran ASN dalam pelaksanaan tugas pokok penulis dalam kegiatan aktualisasi “Optimalisasi Pengelolaan Obat Dengan Penataan, Penyimpanan Perbekalan Farmasi Sesuai Standar Pada Apotek Rawat Inapâ€.