Uraian

Persalinan adalah rangkaian proses fisiologis yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) oleh ibu. Persalinan sebagai proses yang fisiologis kerap dihubungkan dengan penderitaan akibat rasa nyeri yang ditimbulkan. Nyeri pada persalinan dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya perasaan cemas, ketakutan dan stress pada ibu bersalin. Berdasarkan pengamatan selama orientasi di ruang VK RSUD dr. Soedomo Trenggalek, 8 dari 10 pasien dan pendamping persalinan belum menerapkan manajemen nyeri persalinan dengan baik. Sebagian besar ibu bersalin mengatasi rasa nyeri yang dialami dengan berteriak, mencengkram sesuatu dan menangis, sehingga tidak jarang mereka  meminta persalinan dipercepat dengan operasi dan meminta obat penghilang rasa sakit. Tujuan studi kasus adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pasien dan pendamping persalinan tentang manajemen nyeri persalinan non farmakologi. Metode yang digunakan adalah desain aktualisasi deskriptif. Sampel edukasi sebanyak 15 orang ibu bersalin, dan media yang digunakan berupa media leaflet dan ceklist skala nyeri. Dari 15 orang ibu bersalin didapatkan 10 orang (67%) mengalami penurunan skala nyeri. Kesimpulannya hasil aktualisasi cukup efektif untuk menurunkan skala nyeri persalinan. Disarankan pada petugas ruang VK untuk terus melanjutkan edukasi manajemen nyeri persalinan pada pasien dan pendamping persalinan agar asuhan kebidanan yang diberikan lebih optimal.


Baca Publikasi Lengkap