Uraian

Medication Error sering terjadi akibat kurangnya pemantauan penggunaan obat pada pasien yang dilakukan oleh petugas kefarmasian. Salah satu kejadian yang sering terjadi di Puskesmas Munjungan adalah dobel obat dikarenakan tidak ada pemantauan obat pada pasien rawat inap. Hal ini disebabkan karena kurangnya sumber daya kefarmasian dan juga kurangnya kolaborasi antar tenaga kesehatan lain dalam memastikan keamanan obat pasien.Metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemantauan penggunaan obat pasien rawat inap di Puskesmas Munjungan adalah dengan mengubah distribusi obat pasien rawat inap dari yang sebelumnya Individul prescribing menjadi Unit Dose Dispensing (UDD). UDD merupakan distribusi obat yang disiapkan untuk setiap kali minum dalam satu hari dosis. Selain itu petugas farmasi juga ikut visite terpadu dengan dokter dan perawat dan mengisi lembar asuhan kefarmasian di Rekam Medis menggunakan metode SOAP (Subjek, Objek, Assesment, dan Planning).   Berdasarkan hasil pelaksanaan aktualisasi selama masa habituasi dengan menerapkan metode UDD dan petugas farmasi ikut visite, sejumlah 46 pasien telah dipantau pengobatannya selama rawat inap menggunakan metode UDD, serta memberikan kuisioner kepuasan kepada pasien terkait pelayanan farmasi di rawat inap. Tidak lagi terjadi dobel obat serta tidak ada kejadian alergi atau timbulnya efek samping. Sejumlah 22 responden merasa puas dan sangat memuaskan terhadap pelayanan farmasi di rawat inap. Metode UDD ini sangat bermanfaat untuk memastikan keamanan obat pasien dibuktikan dengan 46 pasien ini telah diberikan distribusi obat secara UDD sehingga tidak terjadi dobel obat dan keamanan pasien dapat terjamin. 


Baca Publikasi Lengkap