Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi refluks isi lambung ke esofagus yang dapat menimbulkan gejala regurgitasi dan heartburn. Regurgitasi merupakan suatu keadaan refluks yang terjadi sesaat setelah makan, ditandai rasa asam dan pahit di lidah. Heartburn adalah suatu rasa terbakar di daerah epigastrium yang dapat disertai nyeri dan pedih. Dalam bahasa awam, heartburn sering dikenal dengan istilah rasa panas di ulu hati yang terasa hingga ke daerah dada. Kedua gejala ini umumnya dirasakan saat setelah makan atau saat berbaring. GERD merupakan salah satu dari 5 penyakit terbanyak pada bulan Juni - Juli 2022 yang berobat ke poli umum, poli lansia, dan UGD Puskesmas Durenan. Pada bulan Juni kunjungan sakit GERD sebanyak 8,7%, sedangkan pada bulan Juli kunjungan sakit mencapai 10,4%. Pembuatan leaflet dan kode QR menjadi suatu solusi untuk meningkatkan pemahaman pasien tentang penyakit GERD bukan hanya di Puskesmas saja, namun dapat dibagikan ke keluarga di rumah, maupun masyarakat sekitar sehingga sasaran promosi kesehatan menjadi lebih luas.Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang telah dilakukan pada 26 Agustus – 28 September 2022 di Puskesmas Durenan, simpulan yang didapat adalah:(1) Tersedianya media edukasi leaflet dan kode QR tentang Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang dapat diperoleh di ruang pendaftaran, ruang poli lansia dan umum, serta UGD mendukung kegiatan upaya promotif dan preventif di Puskesmas Durenan. (2) Sebanyak 22 pasien (100%) mengalami peningkatan pengetahuan dari nilai pre test ke post test. (3) Terdapat 45,45% (10 pasien) yang memiliki nilai N-gain tinggi dan terdapat 54,55% (12 pasien) yang memiliki nilai N-gain sedang setelah dilakukan pre test dan post test. (4) Penulis telah mengimplementasikan Manajemen ASN, Smart ASN serta nilai-nilai dasar ASN yaitu BerAKHLAK dalam melaksanakan setiap kegiatan aktualisasi.