Pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama kehidupan, sesuai rekomendasi WHO, seringkali suboptimal oleh karena alasan demografi, biologi, psikososial, dan faktor sosial. Oleh karena itu diperlukan intervensi efektif untuk mencegah penghentian pemberian ASI dengan menyasar pada faktor risiko yang dapat dimodifikasi, salah satunya adalah dukungan ayah melalui gerakan AYAH ASI. Kegiatan ini bertujuan menyediakan bahan edukasi tentang pemberian ASI eksklusif, memberikan edukasi tentang ASI eksklusif dan Pijat Oksitosin pada pasien pascasalin dan suami, serta meningkatkan peran para ayah dalam pemberian ASI eksklusif melalui AYAH ASI.Dalam kurun waktu 20 Agustus sampai dengan 22 September 2022 dilakukan kegiatan aktualisasi Latsar CPNS di lingkungan RSUD Dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek melalui 11 tahapan kegiatan. Kegiatan edukasi khususnya, dilakukan di Ruang Sakura dengan membagikan kuesioner pre- dan post-, flyer, dan video tentang ASI Eksklusif dan AYAH ASI kepada pasien pascasalin dan suami, serta mempraktikkan Pijat Okstosin. Evaluasi adanya penambahan pengetahuan tentang ASI Eksklusif dilakukan dengan membandingkan hasil kuesioner pre- dengan post-, sementara monitoring kontinyuitas pemberian ASI Eksklusif dilakukan melalui media Whatsapp.Seluruh tahapan kegiatan aktualisasi dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai jadwal. 66% dari 38 responden mengalami penambahan pengetahuan tentang ASI Eksklusif dan AYAH ASI, sementara 34% tidak didapatkan penambahan pengetahuan. Keseluruhan responden dapat mempraktikkan Pijat Oksitosin. Kontinyuitas pemberian ASI Eksklusif didapatkan pada 32% responden, 26% tetap menyusui tetapi tidak ASI Eksklusif, sementara 42% tidak merespon. Dengan adanya kegiatan edukasi terdapat peningkatan pengetahuan ayah mengenai ASI Eksklusif dan peran AYAH ASI.