Uraian

Berdasarkan pusat data The Commission Sentinel Event tahun 2009 telah menerima 465 laporan pasien jatuh dengan luka yang sebagian besar terjadi di rumah sakit. Sedangkan untuk laporan insiden atau Kejadian Tidak Diingikan (KTD) Rumah Sakit di Indonesia sebesar 96,67% untuk rumah sakit umum dan 33,2% untuk rumah sakit khusus. Provinsi Jawa Timur menjadi nomer urutan ke 4 terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan dengan presentase 11,7% (Herawati, 2015). Berdasarkan hasil survey tanggal 10 Agustus 2022 di ruang rawat inap Arjuna RSUD dr. Soedomo, terdapat 37,5% dari total pasien dirawat di ruang  Arjuna yang memiliki resiko tinggi jatuh tetapi belum terpasang penanda resiko tinggi jatuh. Memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien tentu menjadi prioritas utama setiap rumah sakit. Perawat memiliki peran penting dalam pencegahan terjadinya kejadian yang tidak diharapkan dalam hal ini adalah pasien yang terjatuh. Salah satu cara pencegahan resiko jatuh yaitu dengan memasangkan penanda resiko jatuh pada gelang dan bed pasien. Apabila pasien diberikan tanda tersebut maka para tenaga medis dan juga perawat dapat memberikan penanganan serta pengawasan ekstra kepada pasien tersebut yang terpasang tanda (Sardjito, 2019). Karena latar belakang tersebut penulis menjadikan penerapan tanda resiko tinggi jatuh pada pasien sebagai aktualisasi dalam rangka pelatihan dasar CPNS Pemerintah Kabuapten Trenggalek Tahun 2022. Kegiatan aktualisasi penulis meliputi 12 (dua belas) tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Hasil akhir yang dihasilkan adalah telah tersedianya tanda resiko tinggi jatuh pada pasien di ruang Arjuna RSUD dr.Soedomo Trenggalek serta penerapan tanda resiko tinggi jatuh pada pasien sesuai dengan kriteria, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Disamping itu seluruh teman perawat di ruang Arjuna RSUD dr.Soedomo Tenggalek  telah mengikuti kegiatan sosialisasi penerapan tanda resiko tinggi jatuh pada pasien dengan peningkatan hasil pre test dan post test rata-rata sebanyak 24%.


Baca Publikasi Lengkap