Uraian

Ruang Flamboyan RSUD dr. Soedomo merupakan ruangan rawat inap pasien dengan penyakit Paru atau organ pernapasan, salah satunya adalah penyakit tuberkulosis (TBC). TBC adalah infeksi pernafasan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jumlah kasus TBC di Jatim bahkan menjadi yang tertinggi ketiga secara nasional. Di rawat inap RSUD dr. Soedomo sendiri jumlah kasus TBC tahun 2021 adalah 182, dan pada Juli 2022 sudah tercatat 98 orang. Bakteri ini dapat menyebar ke orang lain melalui udara (droplet) ketika kuman yang dikeluarkan dari pasien, misalnya saat batuk dan bersin, bersin, berbicara, atau tertawa (Rofiqi dan Sulistyana 2022). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit tuberkulosis adalah memahami prinsip etiket batuk dan bersin yaitu dengan cara menutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan baju sehingga bakteri tidak menyebar ke udara. Mencuci tangan dan membuang tisu yang telah digunakan ke tempat sampah (Ramdan, Lukman dan Platini, 2020). Berdasarkan pengamatan penulis selama 2 bulan dinas di Ruang Flamboyan, masih banyak pasien maupun keluarga yang belum memahami bagaimana etiket batuk dan bersin. Banyak pasien yang merasa tidak nyaman mengenakan masker sehingga sering dilepas dan batuk dan bersin dengan tidak menutup mulut. Tisu bekas dahak diletakkan sembarangan baik di tempat tidur maupun diatas meja. Berkaitan hal diatas, penulis menjadikan pembuatan video dan x-banner sebagai media sosialisasi etiket batuk dan bersin bagi pasien dan keluarga di Ruang Flamboyan RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Pelaksanaan aktualisasi ini meliputi 10 (sepuluh) tahapan kegiatan dimana pada setiap kegiatan dilaksanakan dengan mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi ASN BerAKHLAK dan dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disusun. Hasil akhir dari aktualisasi ini adalah telah tersedianya video dan x-banner tentang etiket batuk dan bersin. Dari hasil pre dan post test diperoleh peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga rata-rata sebanyak 25%.. Hal ini sejalan dengan penemuan penulis yaitu terjadinya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik dari pasien dan keluarga, yaitu menerapkan etiket batuk dan bersin.


Baca Publikasi Lengkap