Uraian

Gizi merupakan salah satu faktor penentu utama kualitas sumber daya manusia. Gangguan gizi pada awal kehidupan akan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Jika status gizi sebelum dan selama hamil normal maka kemungkinan besar ibu akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Sebagai negara berkembang masalah kekurangan gizi masih menjadi masalah utama di masyarakat Indonesia. Salah satu masalah kekurangan gizi pada ibu hamil di Indonesia yaitu KEK (Kekurangan Energi Kronik). Pengukuran LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seorang ibu hamil mempunyai risiko KEK, apabila ukuran LILA <23,5 cm atau dibagian merah pita LILA artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK, dan diperkirakan akan melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). Bentuk makanan tambahan untuk ibu hamil KEK menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi adalah biskuit yang mengandung protein, asam linoleat, karbohidrat, dan diperkaya dengan 11 vitamin dan 7 mineral. Tujuan aktualisasi ini adalah untuk memantau konsumsi PMT dan memantau perkembangan LILA pada Ibu Hamil KEK sehingga memudahkan monitoring evaluasi oleh Petugas Gizi. Jenis aktualisasi ini menggunakan observasional dengan responden penelitian yaitu Ibu Hamil KEK pada bulan Mei 2022 sebanyak 5 orang. Hasil dari kegiatan monitoring dan evaluasi pada masa aktualisasi ini adalah Ibu Hamil KEK bersedia untuk mengisi media KARTUN PEKAT dan seluruh responden mengalami kenaikan LILA yang selanjutnya dimasukkan dalam FORMULA.


Baca Publikasi Lengkap