Uraian

Merokok merupakan gaya hidup yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Angka merokok pada pasien ODGJ dua sampai empat kali lipat lebih besar dibandingkan dengan populasi umum. Kebiasaan merokok ini dapat meningkatkan kecepatan metabolisme obat-obat antipsikotik karena aktivasi neuron dopamin yang dipengaruhi oleh nikotin. Mengingat bahaya merokok tersebuat sudah jelas, tidak terkecuali di RSUD Dr. Soedomo, disini para pasien juga tidak boleh merokok.Berdasarkan pengamatan penulis sejak Januari 2017 hingga Agustus 2022, seringkali keluarga pasien memberikan rokok secara sembunyi-sembunyi, hal ini dapat membahayakan orang lain karena pasien jiwa adalah orang yang pola pikirnya bisa berubah sewaktu-waktu, mereka bisa membakar tempat tidur mereka kapan saja. Berdasarkan latar belakakng tersebut maka penulis tertarik mengangkat isu “Upaya KIE keluarga pasien jiwa tentang bahaya merokok bagi odgj pasca MRS di ruang Nusa Indah RSUD Dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek”. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa tersedianya leaflet tentang bahaya merokok bagi ODGJ dapat meningkatkan mutu pelayanan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek dan juga dapat mengedukasi keluarga pasien jiwa. Teredukasinya keluarga pasien jiwa tentang bahaya merokok bagi ODGJ sehingga meningkatkan kesadaran dan pengetahuan keluarga untuk tidak memberikan rokok. Selain itu keluarga pasien juga mampu meningkatkan pemahaman keluarga tentang efek yang ditimbulkan rokok terhadap reaksi obat yang dikonsumsi pasien. 


Baca Publikasi Lengkap