Uraian

Pelayanan kesehatan antenatal sangat penting dalam mengurangi kematian akibat persalinan jika dilakukan dengan jumlah dan frekuensi yang sesuai standar pelayanan antenatal care. Kunjungan pemeriksaan kehamilan masih kurang, sehingga masih ditemukan ibu hamil tidak memeriksakan kehamilannya secara rutin terutama ibu hamil normal sehingga kelainan yang timbul dalam kehamilan tidak dapat terdeteksi sedini mungkin (Sarwono, 2005). Keterlibatan suami dalam masa kehamilan terbukti dapat meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan (Kustantina, 2014). Tidak hanya sebatas memberikan nafkah ataupun mengantarkan ke tempat periksa. Namun suami diharapkan mau mendampingi istri yang sedang hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilannya. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan di Puskesmas Pogalan didapatkan data capaian kunjungan pemeriksaan kehamilan masih kurang dari target. Dengan data sebagai berikut : capaian kunjungan pemeriksaan kehamilan pada bulan Maret sejumlah 22,36% dari target 24,99%. Rendahnya capaian kunjungan pemeriksaan kehamilan bisa berdampak pada kesehatan ibu dan janin selama proses kehamilan. Capaian kunjungan pemeriksaan kehamilan diharapkan dapat memenuhi target. Salah satu upayanya yaitu melibatkan peran serta suami dalam proses pemeriksaan kehamilan, mengajak suami untuk melaksanakan kegiatan temu wicara, sehingga ibu hamil memiliki kemauan yang tinggi untuk memeriksakan kehamilannya. Oleh karena itu penulis memilih isu tersebut dengan mengangkat judul aktualisasi “Peningkatan Peran Suami dalam Temu Wicara pada Pemeriksaan Kehamilan”.Dalam kegiatan aktualisasi ini ada 3 kegiatan utama yang dilaksanakan yaitu berkoordinasi dengan bidan koordinator, melaksanakan pemeriksaan kehamilan dan temu wicara bersama suami, serta membagikan kuesioner dan flyer. Bila ada ibu hamil yang suaminya bekerja di luar kota, dilakukan penyampaian hasil pemeriksaan kehamilan kepada suami melalui Whatsapp.Setelah dilakukan kegiatan ini, ada peningkatan peran suami yang ditunjukkan dengan adanya umpan balik yang baik ketika dilaksanakan penyampaian informasi hasil pemeriksaan kepada suami melalui media Whatsapp. Suami sangat antusias menanyakan kondisi istrinya saat itu, tentang keluhan apa yang sedang dirasakan, bagaimanan penanganannya. Selain itu, dari hasil pengisian kuesioner didapatkan  sebanyak 24 orang pasien yang diantarkan oleh suami, ada 23 orang pasien yang suaminya ikut mendampingi sampai proses pemeriksaan.


Baca Publikasi Lengkap